Argumentasi Orang Tua dan Argumentasi Anaka
Argumentasi Orang Tua dan Argumentasi Anak
Mastertrans.id - Saya merasa perlu menuliskan bagian ini. karena tampaknya keharmonisan hubungan anak dan orang tua akan sangat mempengaruhi kondisi kesejahteraan finansial sang anak. dalam konteks syariatullah, menghormati dan menaati orang tua adalah kewajiban anak yang nggak bisa ditawar lagi
Ayah dan ibu itu, meski mereka tak beriman kepada Allah sekalipun,seorang anak tetap punya kewajiban menghormati ayah dan ibunya. Tetap wajib berlaku baik pada kedua orangtuanya.
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka allah tergantung pada murka orang tua”
Begitu bunyi hadits dari Abdullah bin Amru, Betapa pentingnya mendapatkan ridha orangtua. Betapa pentingnya membuat orangtua tenang, bahagia, nyaman, dengan segala sikap kita.
Kita sepakat lah ya soal ini, Hanya saja ada sedikit yang mengganjal dalam pikiran saya mengenal ini , Begini ……
Benar, bahwa tak ada orangtua yang menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya. Semua orangtua pasti ingin anak-anaknya bahagia.Pasti ingin hidup anak-anaknya berkecukupan. Makmur, Sejahtera. Begitu, Kan????
Sehingga sejak kecil kita sangat dijaga oleh orangtua kita. ketika hari ini kita sudah jadi orangtua, kita pun akhirnya tau bagaimana rasa takut, cemas, khawatir ketika anak melakukan sesuatu yang berpeluang membahayakan.
Kita sedang ngepel, entah berapa puluh kali kita mengatakan “Diam dulu disana ya masih licin lantainya” Nanti ya kesininya ….. baru dipel. Tunggu kering dulu ya” agar anak tak jatuh di lantai yang licin. itu bukti bahwa betapa orang tua menyayangi anaknya.bahkan melebihi dirinya.
Baca Juga : Bukankah Tak Boleh Mencintai Dunia
Orang Tua rela tak makan, demi anaknya bisa makan. Apapun dilakukan demi anak-anak bisa bahagia. Begitulah yang dirasakan para orang tua.Intinya, Begitu besar kecintaan orangtua pada anaknya. Mereka ingin anak-anaknya terhindar dari segala yang bersifat keburukan, dan anak-anaknya mendapatkan semua yang bersifat kebaikan.
Sehingga, ketika orangtua menyuruh anak begini begitu, melarang anak untuk nggak begini begitu, semuanya dalam rangka kebahagian sang anak.
Ini kata kuncinya.
Tapi.. saya mengamati begini….
Anak-anak itu disekolahkan orang tuanya, sejak SD, SMP, SMA, Kuliah. Anak-anak mendapatkan lingkungan baru,bergaul dengan ratusan bahkan ribuan orang baru. Mendapatkan informasi baru. Mendapatkan banyak pembelajaran baru. Mereka tumbuh dengan banyak hal baru dalam dirinya.
Pertanyaan yang sederhana….. dan semoga pertanyaan saya ini gak salah.
Pertanyaannya adalah ; dengan kondisi anak tumbuh dengan begitu banyak hal baru dalam dirinya, apakah semua perintah dan larangan orang tua masih wajib dituruti??? Maafkan kalau pertanyaan agak terkesan anak durhaka.

Komentar
Posting Komentar